iseng iseng berhadiah kulkas

seputar rumah tangga dan kebersihan rumah dan apartemen

Tata Cara Menguburkan Jenazah dalam Islam

Disunnahkan jenazah dibawa oleh 4 orang lelaki, pejalan kaki ada di depan & belakangnya, & yang berkenderaan ada di belakangnnya. Bila pemakaman jauh atau ada kesusahan, tdk kenapa dibawa kendaraan (mobil).
Jenazah muslim dimakamkan di pemakaman golongan muslimin, lelaki atau perempuan, besar atau kecil. Serta tak bisa dimakamkan didalam masjid & tak bisa juga di pemakaman golongan musyrikin & seumpamanya.

Tersebut Tata Langkah Menguburkan Jenazah :

Pendam mesti digali dalam-dalam, diluaskan, diperbaiki. Jika sudah tiba sisi bawah pendam, digalilah kepadanya yang menghadap kiblat satu tempat sebatas ditempatkan mayit kepadanya, diberi nama lahad. Ia lebih paling utama daripada syaqq. Serta yang memasukkannya membaca : ‘Bismillah wa ‘ala millati rasulillah’ (dengan nama Allah Subhanahu wa ta’ala & atas agama Rasulullah). HR : Abu Daud & at-Tirmidzi. Serta menempatkannya di lahadnya diatas sisi kanannya, menghadap kiblat. Lalu dipasang bata atasnya & diikutkan salah satunya dengan tanah. Lalu dikuburkan dengan tanah & diangkat pendam diatas bumi sebatas sejengkal dgn permukaan yang melengkung (seperti punuk unta).
Diharamkan bangun diatas pendam, mengapur & menginjaknya, shalat di sebelahnya, membuatnya masjid & lampu-lampu atasnya, menghamburkan bunga-bunga di atasnya, thawaf (berkeliling) dengannya, menulis atasnya, & membuatnya sebagai hari raya.
Tak bisa bangun masjid diatas pendam & tak bisa menguburkan jenazah didalam masjid. Bila masjid itu sudah di bangun sebelumnya dimakamkan, pendam itu diratakan, atau digali bila masihlah baru & dimakamkan di pemakaman umum. Bila masjid di bangun diatas pendam, mungkin saja masjid yang dibongkar & mungkin saja bentuk kuburan yang di hilangkan. Serta tiap-tiap masjid yang di bangun diatas kuburan, tak bisa dikerjakan shalat fardhu & shalat sunnah di dalamnya.
Sunnah kalau pendam digali dengan kedalaman yang menghambat keluar bau darinya & galian binatang buas. Bila sisi bawahnya berupa lahad seperti yang dijelaskan di atas, tersebut yang lebih paling utama. Atau Syaqq : yakni digali di basic pendam satu galian di dalam, ditempatkan mayat kepadanya, lalu dipasang bata atasnya, lalu ditutupi.
Sunnah menguburkan jenazah di siang hari & bisa menguburkan pada malam hari.
Tak bisa di masukan kedalam satu liang lahat kian lebih satu jenazah terkecuali lantaran sangat terpaksa, seperti banyak nya yang terbunuh & sedikit yang memakamkan mereka. Diprioritaskan di lahad yang lebih paling utama dari mereka. Tak disarankan untuk lelaki menggali kuburnya sebelumnya ia wafat dunia.
Bisa memindahkan jenazah dari kuburnya ke pendam yang lain, bila ada maslahat untuk Jenazah, seperti kuburannya yang tergenangi air atau dikuburkan di pemakaman beberapa orang kafir & seumpamanya. Kuburan yaitu negeri beberapa orang yang telah mati, rumah mereka, & tempat sama-sama ziarah diantara mereka, & mereka sudah mendahului padanya, jadi tak bisa menggali pendam mereka terkecuali untuk kebutuhan Jenazah.
Lelaki yang bertugas turunkan jenazah di kuburnya, bukanlah perempuan, beberapa wali jenazah lebih memiliki hak menurunkannya. Disunnahkan memasukkan jenazah di kuburnya dari segi 2 kaki pendam, lalu dimasukkan kepalanya dengan cara perlahan-lahan didalam pendam. Bisa memasukkan jenazah kedalam pendam dari arah mana juga. Serta haram mematahkan tulang mayit.
Perempuan tak bisa ikuti jenazah, lantaran mereka memililki karakter lemah, perasaan yg halus, keluh kesah, & tak tabah hadapi musibah, lantas keluar dari mereka perkataan & perbuatan yang diharamkan yang bertolak belakang dengan karakter sabar yang diharuskan.
Disunnahkan untuk keluarga jenazah berikan sinyal di kuburnya dengan batu & seumpamanya, supaya ia memakamkan yang wafat dari keluarganya & ia mengetahui dengan sinyal itu pendam yg wafat dari keluarganya.
Siapa saja yang wafat dunia di dalam laut & di kuatirkan berubahnya, ia dimandikan, dikafani, dishalatkan, & di tenggelamkan di air.
Anggota badan yang terpotong dari seseorang muslim yang masihlah hidup dikarenakan apa pun, tak bisa membakarnya, tak dimandikan & tak dishalatkan. Namun dibalut pada sepotong kain & dikuburkan di pemakaman.
Disarankan berdiri untuk jenazah jika tengah lewat, & siapa yang duduk tak ada dosa atasnya.
Disunnahkan duduk jika jenazah ditempatkan & waktu pemakaman, & kadang-kadang disunnahkan mengingatkan yang ada dengan kematian & yang selanjutnya.
Disunnahkan sesudah menguburkan mayit supaya orang yang ada berdiri diatas pendam & mendoakan ketentuan untuk dia, memohon ampunan baginya & memohon pada beberapa orang yang ada supaya memohon ampunan untuk dia & tak mentalqin nya, lantaran talqin ada waktu mendekati meninggal dunia sebelumnya mati.