iseng iseng berhadiah kulkas

seputar rumah tangga dan kebersihan rumah dan apartemen

Tata Cara Menguburkan Jenazah Menurut Agama Islam

Di sunnah kan jenazah di bawa oleh empat orang lelaki, pejalan kaki ada di depan serta belakang nya, serta yang ber kenderaan ada di belakangn nya. Bila pemakaman jauh/ada kesusahan, tak kenapa di bawa kendaraan (mobil). Jenazah muslim di makam kan di pemakaman golongan muslimin, lelaki/perempuan, besar/kecil. Serta tak bisa di makam kan di dlm masjid serta tak bisa juga di pemakaman golongan musyrikin serta seumpama nya.

مِن نُّط�'فَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ ثُمَّ أَمَاتَهُ فَأَق�'بَرَهُ

“Dari setetes mani, Allah Swt membuat nya lantas memastikan nya. Lalu Dia memudah kan jalan nya. Lalu Dia mematikan nya serta memasuk kan nya ke dlm pendam. (QS. Abasa- 90/19/21).

اح�'فِرُو�'ا وَ أَو�'سِعُو�'ا وَ أَع�'مِقُو�'ا وَ أَح�'سِنُو�'ا وَ اد�'فِنُو�'ا ا�'لاث�'نَي�'نِ وَ الثَّلاَثَةَ فىِ ا�'لقَب�'رِ وَ قَدِّمُو�'ا أَك�'ثَرَهُم�' قُر�'آنًا قَالَ : فَكَانَ أَبىِ ثَالِثَ ثَلاَثَةٍ وَ كَانَ أَك�'ثَرَهُم�' قُر�'آنًا فَقُدِّمَ

“Galilah lubang, luas kan, per dlm serta bagus kan. Lantas pendam kan 2/3 orang di dlm 1 lubang pendam. Selanjut nya dulu kan orang yg paling banyak (hafalan) al-qur’an nya”. Berkata (Hisyam), “Ayahku juga di pendam kan ber-3 dlm 1 liang, tetapi ia yaitu orang yg paling banyak (hafalan) al-qur’an nya jadi ia di dulu kan”. (HR. Abu- Dawud : 3215, An-Nasa’iy : IV/81, At-Turmudziy : 1713, Ahmad : IV/19- 20, Ibnu Majah : 1560 & Al-Baihaqiy).

Tata Langkah Menguburkan Jenazah
Tata Langkah Menguburkan Jenazah
Di bawah ini yaitu Tata Langkah Menguburkan Jenazah :

Pendam mesti di gali dlm-dlm, di luas kan, di perbaiki. Jika sudah tiba sisi bawah pendam, di galilah pada nya yg menghadap kiblat 1 tempat sebatas di letak kan mayit pada nya, di nama kan lahad. Ia lebih paling utama daripada syaqq. Serta yg memasuk kan nya membaca : ‘Bismillah wa ‘aala millati rasulillah’ (dgn nama Allah SAW serta atas agama Rasulullah Saw). Hadist Kisah : Abu Daud serta At-Tirmidzi. Serta menempatkan nya di lahad nya diatas sisi kanan nya, menghadap kiblat. Lalu di gunakan bata atas nya serta di dan kan diantara nya dgn tanah. Lalu di pendam kan dgn tanah serta di angkat pendam diatas bumi sebatas sejengkal dengan permukaan yang melengkung (seperti punuk unta).
Di haramkanmembangun diatas pendam, mengapur serta mencapai nya sholat di samping nya, jadikan nya masjid serta lampu-lampu atas nya, menghamburkan bunga-bunga diatas nya, thawaf (berkeliling) dengan nya, menulis atasnya, serta jadikan nya sebaga hari raya.
Tdk bisa bangun masjid diatas pendam serta tak bisa menguburkan jenazah didalam masjid. Bila masjid itu sudah di bangun sebelumnya dimakamkan, pendam itu diratakan, atau digali bila masihlah baru & dimakamkan di pemakaman umum. Bila masjid di bangun diatas pendam, dapat jdi masjid yg dibongkar & dapat jdi bentuk kuburan yang di hilang kan. Serta tiap-tiap masjid yang dibangun diatas kuburan, tak bisa di laksana kan shalat fardhu serta shalat sunnah di dlm nya.
Sunnah kalau pendam di gali dengan ke dalaman yang menghambat keluar bau dari nya serta galian binatang buas. Bila sisi bawah nya berupa lahad seperti yang dimaksud kan di atas, tersebut yang lebih paling utama. Atau Syaqq : yakni di gali di basic pendam 1 galian di dalam, di tempatkan mayat pada nya, lalu di gunakan bata atas nya, lalu di tutupi.
Sunnah mengubur kan jenazah di siang hari serta bisa mengubur kan pada malam hari.
Tak bisa di masukan kedalam satu liang lahat lbh dari satu jenazah terkecuali lantaran sangat terpaksa, seperti banyk nya yang terbunuh serta sedikit yang memakam kan mereka. Di dulu kan di lahad yang lebih paling utama dari mereka. Tdk di sarankan untuk lelaki menggali pendam nya sebelumnya ia wafat dunia.
Bisa memindahkan jenazah dari pendam nya ke pendam yang lain, bila ada maslahat untuk mayit, seperti kuburan nya yang di genangi air/di kubu kan di pemakaman beberapa orang kafir serta seumpama nya. Kuburan yaitu negeri beberapa orang yang telah mati, rumah mereka, serta tempat sama-sama ziarah diantara mereka, serta mereka sudah mendahului pada nya, jadi tak bisa menggali pendam mereka terkecuali untuk kebutuhan mayit.
Lelaki yang bertugas alami penurunan kan jenazah di pendam nya, bukanlah perempuan, beberapa wali mayit lbh memiliki hak alami penurunan kan nya. Di sunnah kan memasuk kan jenazah di pendam nya dari segi 2 kaki pendam, lalu di masuk kan kepala nya dengan cara perlahan-lahan di dlm pendam. Bisa memasuk kan mayit ke dlm pendam dari arah mana juga. Serta haram mematah kan tulang mayit.
Perempuan tak bisa ikuti jenazah, lantaran mereka memililki karakter lemah, perasaan yang halus, keluh kesah, serta tak tabah hadapi musibah, lantas keluar dari mereka perkataan serta perbuatan yang di haram kan yang bertolak belakang dengan karakter sabar yang di harus kan.
Di sunnah kan untuk keluarga mayit berikan sinyal di pendam nyadengan batu serta seumpama nya, supaya ia memakam kan yang wafat dari keluarga nya serta ia mengetahui dengan sinyal itu pendam yang wafat dari keluarga nya.