iseng iseng berhadiah kulkas

seputar rumah tangga dan kebersihan rumah dan apartemen

Mengapa Masakan Rumah Lebih Baik Bagi Kita

Berlainan dengan jaman nenek kita dulu, tantangan keluarga muda saat ini relatif pilih yang serba praktis dalam membenahi hidup sehari-harinya. Demikian juga perihal dalam soal pilih menu harian. Minimnya.kurang tersedianya saat, padatnya aktivitas, jadikan banyak ibu rumah-tangga sangat terpaksa pilih tidak membuat sendiri menu di meja makan tempat tinggalnya. Terutama di kota-kota besar. Pilih menu siap saji, atau jajanan, atau menu restoran jadi sulit terelakkan. Tanpa ada diakui pilihan itu tidak berpihak pada saran pihak penganjur kesehatan.

f:id:adhamwashim21:20170804125617j:plain

BETUL, kalau yang serba menyehatkan itu sebenarnya berada di dapur, serta bukanlah di restoran. Beberapa besar telah mengerti juga akan hal tersebut, beberapa mungkin saja masih tetap belum juga menginsafi kalau teratur konsumsi menu restoran jadi awal dari mapaetaka kesehatan keluarga.

 

Kesehatan kita apa yang kita konsumsi

Sejatinya badan kita, atau lebih pas sekali lagi, keadaan kesehatan kita saat ini mencerminkan apa yang kita mengkonsumsi. Bahkan juga mulai sejak umur kanak-kanak. Kegemukan mulai sejak kecil, terjadi karna yang kita mengkonsumsi senantiasa lebih dari apa yang badan perlukan. Atau kekurangan gizi karena menu harian senantiasa tidak komplit keanekaragamannya. Makan hanya dengan satu menu atau monodiet, umpamanya.

Keadaan badan mereka yang kurang konsumsi sayur-mayur serta bebuahan berisiko kekurangan vitamin terkecuali mineral. Bergantung seberapa berat defisiensi yang telah berlangsung pada badan, tanda defisiensinya apakah telah mengejewantah atau masih tetap tersembunyi. Kurang darah karena zat besi tidak mencukupi pasokannya kedalam badan, umpamanya.

Termasuk juga juga alur makan harian kita apakah relatif dibuat sendiri di dapur tempat tinggal, atau mungkin seringkali konsumsi sajian menu restoran. Kecenderungan menu restoran, atau lebih teratur makan diluar tempat tinggal, termasuk juga di warung nasi, menaruh bahaya laten, terkecuali badan mesti memikul sebagian resiko kesehatan. Menu diluar tempat tinggal relatif salah olah terkecuali rata-rata pilihan bahan sendiri telah tidak fresh, jadi relatif kehilangan beberapa zat gizinya.

 

Kurang higienis

Semua paham segi kebersihan, pengaturan ruangan dapur, kebersihan perseorangan, langkah membuat, s/d penyajian menu rata-rata restoran, terlebih warung makan relatif kurang penuhi prasyarat higienisitas. Bagaimana bahan olahan makanan disiangi, dibilas, sebelumnya dibuat. Seberapa dekat dapur dengan kamar mandi atau kakus? Bagaimana piring serta gelas dicuci, dan seberapa steril tangan orang yang meyajikan? Itu semuanya sebagai sumber penyebabnya paling besar mengapa angka diare kita masih tetap belum juga kunjung turun.

Terutama menu yang dihidangkan tanpa ada pemanasan, seperti gado-gado, ketoprak, rujak, asinan, salad, serta semacamnya. Sejorok-joroknya perlakuan menu olahan yang dibuat, bibit penyakit juga akan mati oleh sistem pemanasan. Jadi menu sop, soto, tumisan, yang dibuat dengan dikukus, atau rebusan, masih tetap lebih aman daripada yang tidak dibuat serta serba dipegang tangan penyajinya.

 

Penyakit metabolik

Nasib badan kita ditetapkan juga oleh apa yang teratur kita mengkonsumsi. Termasuk juga apabila badan kita berisiko menanggung derita penyakit metabolik. Walau tidak membawa bakat kencing manis, darah tinggi, atau jantung koroner, cuma karna alur makan serta pilihan menunya tidak menyehatkan, penyakit metabolik itupun jadi sisi dari penderitaan badan.

Orang dengan turunan kencing manis atau darah tinggi dapat sama sehatnya dengan orang yang tanpa ada mewarisi turunan penyakit itu. Demikian sebaliknya, karena tidak pas pilih menu, orang tanpa ada warisan penyakit metabolik jadi sama berisiko terserang penyakit yang buat usia lebih pendek dari yang semestinya berlangsung, bila pilihan menu hariannya salah.

Umur serangan jantung koroner, stroke, saat ini menerpa umur yang lebih muda. Bahkan juga sebelumnya umur 40. Pemicunya diantaranya, apa yang teratur mereka makan bukanlah pilihan yang menyehatkan. Mereka biasanya pelanggan tetaplah restoran.

Kita ketahui menu restoran serta warung makan relatif boros lemak (minyak goreng), terkecuali boros garam dapur, serta serba berbumbu, serba ditambahkan zat penambahan makanan (food additive). Apabila menu semacam itu, menu sekerabat menu siap saji itu, teratur dikonsumsi, jadi beban rusaknya, atau masalah yang muncul dari dampak buruk dalam menu itu, harus mesti dipikul oleh badan. Termasuk juga bahaya kanker terkecuali keunggulan berat tubuh.

Masalah darah tinggi orang saat ini lebih karena garam dapur yang mereka mengkonsumsi jauh lebih dari keperluan badan. Diprediksikan lebih 3x lipat. Kalau bukanlah umumnya makan daging jadi orang jadi darah tinggi, tetapi keunggulan mengkonsumsi garam dapur, belum juga seutuhnya diinsafi. Serta kita semua paham, menu diluar tempat tinggal relatif lebih asin, termasuk juga makanan kalengan.

Zat kimiawi tidak aman

Itu bila zat penambahan pada makanan berbentuk yang layak dikonsumsi. Bagaimana bila lihat fakta di lapangan saat ini, masih tetap mengedar kecap, saus tomat, kerupuk yang menggunakan bahan kimia beresiko. Zat warna, pengawet, penggaring, yang bukanlah untuk di mengkonsumsi manusia.

Boraks, formalin, pemanis buatan tidak aman, isi umumnya menu diluar tempat tinggal terkecuali pada type jajanan. Kimiawi untuk buat renyah, zat lilin agar mie tidak lengket, sistem pemanasan terlalu berlebih, sistem pengawetan ikan, pengawet kalengan yang kita mengkonsumsi, belum juga pasti semua aman untuk badan kita. Kita meperolehnya diluar dapur tempat tinggal kita.

Jadi pilih membuat menu sendiri di dapur tempat tinggal dinilai paling bijak dalam menjaga kesehatan badan kita. Terkecuali pilihan bahan baku untuk menu yang juga akan kita olah lebih berkwalitas, lebih fresh, juga dibuat dengan lebih higienis, tanpa ada mesti boros minyak, garam, atau memberikan zat penambahan makanan yang membahayakan kesehatan.

Beda dari itu, menu olahan sendiri pasti sesuai sama selera lidah semuanya anggota keluarga. Dari segi ekonomi, membuat serta menghidangkan sendiri menu harian dirumah, dapat menghemat biaya dapur. Bila demikian kenapa tidak mengupayakannya sebelumnya badan kita telanjur menaruh “bom waktu” seribu penyakit nantinya dimuka kelak. ***