iseng iseng berhadiah kulkas

seputar rumah tangga dan kebersihan rumah dan apartemen

Perhatikan Jajanan yang Dimakan Anak di Sekolah! Jangan Sampai

Seseorang siswi kelas III Sekolah Basic Negeri di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, wafat sesudah konsumsi jajanan, Senin (21/11/2016). Bocah berumur 8 tahun ini merintih pusing sampai tidak sadarkan diri selepas jajan. Kepolisian dan team medis belumlah bisa pastikan gadis mungil itu wafat karena keracunan ataulah bukan. Beberapa masyarakat Desa Karang Sari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, mengerubungi Puskesmas ditempat. Mereka dikejutkan dengan peristiwa seseorang siswi kelas tiga SD yang disangka wafat karena keracunan jajanan sekolah. Keluarga yang tidak kuasa meredam rasa sedih selalu menangisi kepergian Khusnul Khotimah di muka ruangan Unit Kritis Darurat (UGD) Puskesmas Karang Sari. Wakil Kepala Polsek Weru, AKP Sudiro, menjelaskan, selepas ikuti mata pelajaran berolahraga bersama dengan teman-temannya, Khusnul beli jajanan berbentuk air es, kripik pedas, serta es mambo pada pukul istirahat.

f:id:adhamwashim21:20180809125238j:plain


PARA pedagang kaki lima telah berjajar di muka pintu gerbang sekolah lokasi Jl Kartini, Kota Cirebon, Kamis (11/2). Anak-anak umur SD yang menyerbu beberapa PKL itu, pasti riskan jadi korban jajan serta cemilan beresiko.

Seperti Nurul (9). “Ini minya enak, murah lagi, ” tutur Nurul waktu ketemu Radar. Nurul serta teman-temannya tidak mempedulikan apakah bahan yang terdapat dalam jajanan itu. “Gak tahu. Yang terpenting rasa-rasanya enak, jika tidak enak, saya tidak beli, ” imbuhnya.

Berlainan dengan Nurul, Livi (10) pilih makanan yang dibawanya dari rumah. “Kata mamah makan dari rumah saja, tidak bisa jajan asal-asalan, ” katanya.

Lantas bagaimana dengan orangtua? Hilda (28), salah seseorang wali murid yang melarang anaknya untuk konsumsi jajanan diluar sekolah. “Jajanan yang di abang-abang senang saya tidak bolehin. Cemas simak di TV banyak jajanan beresiko. Ditambah lagi saat ini lagi ramai itu yang serupa kondom. Tidak hanya mengakibatkan kerusakan kesehatan, juga dengan tidak langsung mengakibatkan kerusakan mental anak, ” katanya, tempo hari.